Daftar isi: [Tutup/Tampilkan]
Potensi Bisnis
Sebelum ke pokok bahasan Peluang Kerjasama Opsi 2 Bagi Hasil Fifty-fifty, ada baiknya disampaikan hal-hal yang terkait dengan potensi bisnis budidaya Ubi Jepang di sekitar Lintong Nihuta Humbang Hasundutan dan Sekitanya.
Jadi, ternyata satu biji ubi jepang bisa mencapai 2,2 kilo, satu pokok bisa 4 kilo
.Nah kalau dalam 1 Ha berisi 35.000 pokok, per pokok rata2 2 kilo saja, berarti per hektar bisa dapat 70 ton.
.
Harga ubi jepang per kilo Rp. 4.000 (kontrak harga minimal dengan pihak pabrik - bisa menyesuaikan dengan harga pasar kalau terjadi pelonjakan harga ) berarti per hektarnya bisa mencapai Rp. 280.000.000,- (35.000 btg x 2 kg x Rp. 4.000)
Sementara itu total biaya (Cost) yang dikeluarkan mulai dari olah lahan hingga panen hanya kurang lebih 45 jt rupiah per hektar, dengan demikian margin keuntungan 235 jt rupiah per hektar atau 522 % kalau dalam bentuk persen per masa panen 6 - 7 bulan.
Bahwa meskipun misalnya hanya 1 kilo per batang (sesuai standar yang ada pada umumnya) maka hasil produksi per hektarnya = 35 ton, kalau dirupiahkan: 35.000 kg x Rp. 4.000 = Rp. 140.000.000,- margin keuntungan setelah dikurangi total biaya: Rp. 140.000.000 – 45.000.000 = Rp. 95.000.000,- ( 211 %) per masa panen 6 – 7 bulan, yang artinya masih relatif tinggi.
.
Target 1 Hektar Per Bulan
Bahwa apabila ada keinginan untuk target panen 1 hektar per bulan sesuai potensi-potensi yang ada, maka:
- Modal awal yang dibutuhkan untuk 6 penanaman perdana = 6 x 45.000.000 = Rp. 270.000.000,-
- Target keuntungan per bulan dimulai dari bulan ke 6 (setelah panen perdana) = Rp. 95.00.000,- per bulan atau Rp. 1.140.000.000,- per tahun apabila disetahunkan
- Untuk tahun pertama sudah bisa mengembalikan modal, dan untuk membiayai penanaman lanjutan sudah bisa menggunakan sisa dari keuntungan yang ada.
- Untuk penanaman2 berikutnya setelah panen perdana sudah bisa menggunakan dana yang ada, jadi tidak perlu menambah modal lagi.
Mengenai komponen biaya yang kurang lebih Rp. 45.000.000 meliputi:
- Biaya olah lahan (traktor, rotary, bedengan) Rp. 4.000.000,-
- Sekam 1 truk Rp. 5.000.000,-
- Kompos ayam 500 zak Rp. 5.000.000,-
- Pupuk dasar (TSP, KCL, Urea) Rp. 4.000.000,-
- Bibit 50 karung @ Rp. 50.000 = 2.500.000,-
- Pupuk susulan 2 kali @ Rp. 4.000.000 = Rp. 8.000.000,-
- Biaya insektisida dan fungisida = Rp. 2.000.000,-
- Biaya tenaga kerja utk nanam, mupuk 3 kali, nyiangi, panen masing2 20 org @ 100.000= 2.000.000 x 6 kali penggunaan = Rp. 12.000.000,-
- Komsumsi (Kopi, Gula, Snack, dll utk pekerja) Rp. 1.500.000,-
- Lain-lain Rp. 1.000.000,-
- Total Semuanya Rp. 45.000.000,-
Mengenai potensi penambahan keuntungan:
- Hasil panen melebihi standar rata2 ( diatas 1 kilo per pokok tanaman)
- Kenaikan harga dari Pabrik mengikuti harga pasar (seperti yang berlaku sekarang ini pada saat postingan ini dibuat Rp. 8.000 per kg, sebelumnya malah sempat bertengger diangka Rp. 9.000)
- Efisiensi biaya sesuai realisasi (penurunan harga pupuk misalnya)
Untuk yang Lebih Detil Lagi
- Silakan kunjungi Link Peluang Kerjasama: Opsi 2 - Bagi Hasil Fifty-fifty
- Contoh Draft Perjanjian Kerjasama
