Peluang Kerjasama: Opsi 2 - Bagi Hasil Fifty-fifty

Selasa, 28 Juli 2026 | Juli 28, 2026 WIB Last Updated 2026-08-16T15:19:03Z
Daftar isi: [Tutup/Tampilkan]

Panen Perdana Ubi Jepang Lintong

 

Potensi Bisnis


Sebelum ke pokok bahasan Peluang Kerjasama Opsi 2 Bagi Hasil Fifty-fifty, ada baiknya disampaikan hal-hal yang terkait dengan potensi bisnis budidaya Ubi Jepang di sekitar Lintong Nihuta Humbang Hasundutan dan Sekitanya.


Jadi, ternyata satu biji ubi jepang bisa mencapai 2,2 kilo, satu pokok bisa 4 kilo
.Nah kalau dalam 1 Ha berisi 35.000 pokok, per pokok rata2 2 kilo saja, berarti per hektar bisa dapat 70 ton.
.
Harga ubi jepang per kilo Rp. 4.000 (kontrak harga minimal dengan pihak pabrik - bisa menyesuaikan dengan harga pasar kalau terjadi pelonjakan harga ) berarti per hektarnya bisa mencapai Rp. 280.000.000,- (35.000 btg x 2 kg x Rp. 4.000)

Sementara itu total biaya (Cost)  yang dikeluarkan mulai  dari  olah  lahan  hingga panen hanya  kurang lebih 45 jt rupiah per hektar, dengan demikian  margin keuntungan 235 jt rupiah per hektar atau 522 % kalau  dalam bentuk persen per masa panen 6 - 7 bulan.

Bahwa meskipun misalnya  hanya 1 kilo per batang (sesuai standar yang ada pada umumnya) maka hasil produksi per hektarnya = 35 ton, kalau dirupiahkan: 35.000 kg x Rp. 4.000 = Rp.  140.000.000,-  margin keuntungan setelah dikurangi total biaya: Rp. 140.000.000 – 45.000.000 = Rp. 95.000.000,-  ( 211 %) per masa panen 6 – 7 bulan, yang artinya masih relatif tinggi.

.

Target 1 Hektar Per Bulan


Bahwa apabila  ada keinginan untuk  target  panen 1 hektar per bulan sesuai potensi-potensi yang ada,  maka:
  • Modal awal yang dibutuhkan untuk 6 penanaman perdana = 6 x 45.000.000 = Rp. 270.000.000,-
  • Target keuntungan  per bulan dimulai dari  bulan ke 6 (setelah panen perdana) = Rp. 95.00.000,- per bulan atau  Rp. 1.140.000.000,- per tahun apabila disetahunkan
  • Untuk tahun pertama sudah bisa mengembalikan modal, dan untuk membiayai penanaman lanjutan sudah bisa menggunakan sisa dari keuntungan  yang ada.  
  • Untuk penanaman2 berikutnya setelah panen perdana sudah bisa menggunakan dana yang ada, jadi tidak perlu menambah modal lagi.

Mengenai komponen biaya yang kurang lebih Rp. 45.000.000 meliputi:
  • Biaya olah lahan (traktor, rotary, bedengan) Rp. 4.000.000,-
  • Sekam 1 truk Rp. 5.000.000,-
  • Kompos ayam 500 zak Rp. 5.000.000,-
  • Pupuk dasar  (TSP, KCL, Urea) Rp. 4.000.000,-
  • Bibit 50 karung @ Rp. 50.000 = 2.500.000,-
  • Pupuk susulan 2 kali @ Rp. 4.000.000 = Rp. 8.000.000,-
  • Biaya insektisida dan fungisida = Rp. 2.000.000,-
  • Biaya tenaga kerja utk nanam, mupuk 3 kali, nyiangi, panen masing2 20 org  @ 100.000= 2.000.000 x 6 kali penggunaan = Rp. 12.000.000,-
  • Komsumsi (Kopi, Gula, Snack, dll utk pekerja) Rp. 1.500.000,-
  • Lain-lain Rp. 1.000.000,-
  • Total Semuanya Rp. 45.000.000,-

Mengenai potensi penambahan keuntungan:
  1. Hasil panen melebihi standar rata2 ( diatas 1 kilo per pokok tanaman)
  2. Kenaikan harga dari Pabrik mengikuti harga pasar (seperti  yang berlaku sekarang ini  pada saat postingan ini dibuat Rp. 8.000 per kg, sebelumnya malah sempat bertengger diangka Rp. 9.000)
  3. Efisiensi biaya  sesuai realisasi (penurunan  harga pupuk misalnya)

Untuk yang Lebih Detil Lagi


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Peluang Kerjasama: Opsi 2 - Bagi Hasil Fifty-fifty

Trending Now

bottom-ads