Hai, rekan-rekan petani ubi jepang!
Pernahkah kalian merasa sayang melihat limbah ubi jepang menumpuk setelah panen? Mungkin ada ubi yang lembek, cacat, atau sisa-sisa sortasi yang tidak laku dijual. Ternyata, limbah tersebut bisa disulap menjadi sesuatu yang sangat berharga bagi tanaman kita: Pupuk Organik Cair (POC)!
Membuat POC sendiri bukan hanya membantu kita mengelola limbah dengan lebih bijak, tetapi juga menghemat biaya pemupukan dan meningkatkan kesuburan tanah secara alami. Nah, pada kesempatan kali ini, saya akan berbagi panduan praktis dan langkah-langkah pembuatan POC skala 200 liter, khusus menggunakan limbah ubi jepang sebagai bahan utamanya.
Yuk, kita simak bersama!
1. Komposisi Bahan untuk 1 Drum (200 Liter)
Bahan Utama:
- Ubi Jepang (lembek/sisa-sisa): Kurang lebih 15-20 kg (hancurkan atau remas sampai lumat).
- Jerami Padi: 1 ikat kecil atau secukupnya (cacah selembut mungkin agar muat di drum dan cepat terurai).
- Abu Kayu: Cukup 1-2 kg saja (sebagai pelengkap unsur kalium, jangan terlalu banyak agar air tidak terlalu basa).
- EM4 Pertanian (Botol Kuning): 1 botol (1 liter).
- Molase (Tetes Tebu) / Air Gula: 1-2 liter (bisa menggunakan gula merah/putih yang dicairkan sebagai makanan tambahan bakteri).
Pelarut:
Air Bersih: Kurang lebih 150 liter (sebaiknya air sumur atau air hujan, hindari air PDAM yang mengandung kaporit).
2. Langkah-Langkah Pembuatan
- Langkah 1: Persiapan Wadah (Drum 200L)
- Pastikan drum bersih dari sisa zat kimia berbahaya.
- Siapkan sistem kedap udara (Anaerob). Anda bisa melubangi tutup drum seukuran selang akuarium. Masukkan selang ke lubang tersebut (lem pinggirnya agar rapat), lalu ujung selang satunya dimasukkan ke dalam botol plastik kecil berisi air bersih. Ini berfungsi untuk membuang gas fermentasi tanpa membiarkan udara luar masuk.
- Langkah 2: Pencampuran Bahan
- Masukkan cacahan jerami, remasan ubi jepang, dan abu kayu ke dalam drum.
- Di wadah terpisah (ember), larutkan 1 botol EM4 bersama dengan molase/air gula ke dalam sedikit air, aduk rata dan biarkan selama 15 menit agar bakterinya "bangun".
- Tuangkan larutan EM4 & gula tersebut ke dalam drum.
- Isi drum dengan air bersih hingga mencapai sekitar 85-90% kapasitas drum (sisakan ruang kosong sekitar 20-30 cm dari bibir drum agar gas fermentasi memiliki ruang dan tidak meledak/meluap).
- Aduk seluruh campuran di dalam drum menggunakan tongkat kayu hingga benar-benar merata.
- Langkah 3: Proses Fermentasi (Inkubasi)
- Tutup drum rapat-rapat (pastikan selang pembuangan gas sudah terpasang ke botol air).
- Letakkan drum di tempat yang teduh, aman, dan tidak terkena matahari langsung.
- Proses fermentasi anaerob ini akan berlangsung selama 14 hingga 21 hari (2-3 minggu).
- Pengecekan: Pada hari ke-3 hingga ke-7, perhatikan botol air. Jika ada gelembung-gelembung udara keluar dari selang, artinya proses fermentasi bakteri sedang berjalan dengan baik.
3. Ciri POC yang Berhasil & Cara Panen
- Ciri Berhasil: Setelah 2-3 minggu, buka tutup drum sedikit. POC yang berhasil akan mengeluarkan aroma segar khas fermentasi (seperti bau tape atau tuak manis), bukan bau busuk bangkai. Warnanya akan berubah menjadi cokelat keruh.
- Cara Panen: Saring cairan menggunakan kain kasa atau karung pemisah agar ampas jerami dan ubi terpisah.
- Pemanfaatan Ampas: Ampas saringan jangan dibuang! Anda bisa langsung mencampurkannya ke dalam lubang kompos padat yang panjangnya 20 meter tadi karena ampas ini sudah kaya akan mikroba pengurai yang aktif.
4. Dosis dan Cara Penggunaan POC
Karena POC ini cukup pekat, jangan disiramkan langsung ke tanaman tanpa diencerkan karena bisa membuat akar tanaman "terbakar".- Untuk Penyemprotan Daun: Encerkan dengan perbandingan 1: 20 (Contoh: 500 ml POC dicampur dengan 10 liter air bersih). Semprotkan pada pagi hari (jam 7-9) ke bagian bawah daun.
- Untuk Pengocoran Akar: Encerkan dengan perbandingan 1: 10 (Contoh: 1 liter POC dicampur dengan 10 liter air bersih). Siramkan langsung pada tanah di sekitar perakaran tanaman (sekitar 200-500 ml per pohon, tergantung ukuran tanaman).
Lakukan pengaplikasian ini setiap 1 hingga 2 minggu sekali.
*****
