Update Harga Ubi Jepang PT. Toba Agro Mandiri: Franco Lahan Sempat Tembus Rp 9.000, Jauh di Atas Harga Kontrak Minimal

Senin, 03 Agustus 2026 | Agustus 03, 2026 WIB Last Updated 2026-08-04T13:50:15Z
Daftar isi: [Tutup/Tampilkan]

 

update-harga-ubi-jepang-juli-2026-pt-toba-agro-mandiri

Kabar baik bagi petani mitra PT. Toba Agro Mandiri. Memasuki semester kedua tahun 2026, harga Ubi Jepang (Beni Haruka) terus menunjukkan tren positif. 

Pergerakan harga ubi jepang PT. Toba Agro Mandiri periode Januari - Juli 2026. Harga penyesuaian pasar mencapai Rp 9.000/kg, 125% di atas harga kontrak minimal Rp 4.000/kg.


Ringkasan Pergerakan Harga:
Data Harga:

  • 1 Jan 2026: Rp 4.500/kg
  • 4 Mei 2026: Rp 5.000/kg
  • 15 Jun 2026: Rp 5.500/kg
  • 4 Jul 2026: Rp 9.000/kg (puncak)
  • 25 Jul 2026: Rp 8.000/kg

Analisa vs Harga Kontrak Minimal Rp 4.000/kg:

  • Garis putus-putus abu-abu adalah harga kontrak minimal pabrik.
  • Area hijau adalah selisih keuntungan petani dibanding kontrak.
  • Sejak awal tahun harga sudah di atas kontrak + Rp 500 (12.5%).
  • Kenaikan signifikan terjadi di Juli: harga mencapai 125% di atas kontrak pada 4 Juli (Rp 9.000).
  • Per 25 Juli ada koreksi turun ke Rp 8.000, namun tetap 100% di atas harga kontrak minimal (selisih Rp 4.000/kg).

Komitmen Harga Kontrak Minimal Rp 4.000/kg Tetap Dijaga

PT. Toba Agro Mandiri tetap berpegang pada Harga Kontrak Minimal sebesar Rp 4.000 per kg. Artinya, berapapun fluktuasi harga di pasaran, pabrik menjamin akan tetap membeli hasil panen petani minimal di harga tersebut, sesuai dengan standar kualitas yang disepakati.

Namun, seperti yang terlihat pada grafik di atas, harga riil yang diberikan selalu disesuaikan (adjustment) mengikuti harga pasar. Tujuannya satu: agar petani mendapatkan keuntungan yang maksimal dan adil.

 
Analisa Kenaikan

Puncaknya terjadi pada 4 Juli 2026, dimana harga pembelian mencapai Rp 9.000/kg atau 125% di atas harga kontrak minimal. Meskipun pada 25 Juli 2026 terkoreksi menjadi Rp 8.000/kg, angka ini masih 100% atau 2 kali lipat di atas harga kontrak minimal.

Lonjakan harga di bulan Juli ini dipengaruhi oleh: meningkatnya permintaan ekspor, berkurangnya stok panen di beberapa sentra.


Hal ini membuktikan bahwa budidaya Ubi Jepang adalah peluang usaha tani yang sangat menjanjikan dan tahan terhadap gejolak pasar, karena ada kepastian harga dari pabrik.


*****


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Update Harga Ubi Jepang PT. Toba Agro Mandiri: Franco Lahan Sempat Tembus Rp 9.000, Jauh di Atas Harga Kontrak Minimal

Trending Now

bottom-ads